Jumat, 27 April 2018

Pengaruh pelemahan nilai tukar rupiah ke dollar terhadap Perekonomian nasional

Pengaruh pelemahan nilai tukar rupiah thdp Perekonomian Nasional
1. Daya saing barang-barang produksi Indonesia menguat thdp brg2 buatan Amerika Serikat. Ekspor ke AS akan naik dan impor dari AS akan berkurang. Ini adalah kesempatan menggenjot ekspor dan industri-industri pengganti impor.
2. Namun demikian, pelemahan rupiah akan meningkatkan inflasi yg pengaruhnya melemahkan daya saing brg2 produksi dlm negeri.
3. Kau inflasi akibat pelemahan kurs tinggi skl., maka keuntungan butir 1 akan sirna. Kondisi ini dikenal dg Marshal-Lerner Condition. Oleh karena itu, Bank Indonesia bersama Pemerintah hrs bekerja keras menekan inflasi agar manfaat depresiasi Rp bagi perekonomian nasional bisa diperoleh.
4. Memetik manfaat dari depresiasi Rp thdp $ sangat berat oleh krn bkn Rp saja yg melemah, hampir seluruh mata uang juga melemah thdp $, bahkan banyak yg pelemahannya lbh besar. Berarti daya saing mrk thdp AS juga naik. Sementara mrk itu adalah pesaing-pesaing kita.
5. Kalau kita kalah cekat, terutama pengendalian inflasi dan kemudahan2 bagi pengusaha bermanuver memanfaatkan momentum baik ini (biasanya dihambat oleh rumitnya birokrasi), maka depresiasi bkn pahala ttp petaka.  (Bersambung)

Kurs Dollar Hari Ini (Jumat, 27 April 2018)

Bank    Jual         Beli

BCA  : 14,920     14,908
BI      : 15,000     14,860
BII     : 14,970     14,820
BJB   : 14,821     14,623
BNI    : 14,990     14,810
BRI    : 14,950     14,860

BUKOPIN : 14,945   14,895
CIMB        : 15,025   14,980

DANAMON : 14,980  14,780
MANDIRI    : 14,998  14,747
MEGA         : 15,130  14,850

MUAMALAT  :  15,030   14,815
OCBC             :  14,942   14,883
PANIN            :  14,922   14,897



Renungan Sepak Terjang China

*UANG*

RENUNGAN PAGI sambil minum ☕☕☕☕
Stelah Lari2 Pagi

Satu unit Oral-b (sikat gigi) seharga USD 30 dijual di WallMart (AS). Oral-b ini diproduksi di China dengan harga export ke AS USD 3 per unit. Ketika sampai di AS, maka harga ini bergerak naik untuk memberikan stimulus ekonomi dalam negeri AS kepada perusahaan expedisi, distributor, agen, biro iklan dan WallMart. Hingga harga mencapai USD 30 per unit. Semua perusahaan itu memperkerjakan karyawan yang tidak sedikit dan tentu dengan UMR lebih tinggi dari China. Mereka hidup dalam kebebasan finansial untuk berkonsumsi.

Perhatikanlah, China yang berproduksi dan Amerika yang berkosumsi?Siapakah yang mendapatkan manfaat lebih? Akibat China menjual harga murah, setiap hari ada saja pabrik sikat gigi di Amerika yang bangkrut karena para pabrikan lebih memilih impor daripada produksi. Bagi mereka lebih untung impor. Dan lagi untuk apa berproduksi tapi kalah bersaing dengan China. Pemerintah Amerika senang karena efisiensi terjadi. Lambat laun banyak pabrik di Amerika tutup dan sementara pabrik di China tumbuh pesat. Ratusan juta angkatan kerja China terserap dan kemakmuran ditapaki. Sementara Amerika, ribuan pabrik tutup dan jutaan orang kehilangan pekerjaan, ribuan perusahaan terjerat hutang tak terbayar, puluhan juta orang tak mampu bayar tagihan _credit card_ dan angsuran rumah, prahara pun terjadi.

Nah, itu terjadi karena perbedaan _mindset_ tentang ilmu ekonomi yang punya asumsi berbeda, khususnya uang. *China dan AS berbeda asumsi soal uang.* Di China uang itu indentik dengan *Kupon Belanja. Bukan alat investasi.* Makanya awalnya China melarang uang diperdagangkan dan orang tidak boleh berspekulasi terhadap kurs uang. Namun belakangan karena tekanan dari WTO, lambat laun Pemerintah China melepas RMB ke pasar uang namun dengan quota yang terbatas. Jadi berapa kurs RMB yang sebenarnya engga ada orang tahu. Yang tahu hanya Tuhan dan 9 orang elite politik China saja. Ini sangat rahasia. Penguatan mata uang RMB juga hal yang lucu. Orang barat bilang "kita seperti disuruh onani oleh China". Nah pertanyaannya adalah bagaimana sesungguhnya soal uang itu bagi China?

Mungkin bagi orang barat uang itu segala-galanya. *Tapi bagi China uang itu hanya omong kosong.* Uang hanya alat mendorong rakyat mau suka rela masuk dalam barisan yang tertib menuju peradaban yang didesain oleh negara. Benarkah? Perhatikan cara cerdasnya.

*Pertama, rakyat engga boleh pegang mata uang asing kecuali negara.* Kurs negara tentukan sendiri. Jadi berapapun nilai devisa yang di dapat, rakyat hanya dapat RMB.

*Kedua, China menerapkan pajak disamping pajak penghasilan juga pajak kekayaan.* Pajak kekayaan sifatnya progresif. Semakin banyak harta semakin besar pajaknya. Uang tabungan di bank dipajaki bukan hanya penghasilan dari bunga, tapi juga nominal tabungan. Artinya semakin banyak tabungan semakin lama uang itu akan habis dimakan pajak.

*Ketiga, agar uang tidak menumpuk di bank dan rakyat tidak dirugikan karena pajak maka Pemerintah menerbitkan beragam jenis investasi surat berharga.* Dari yang berbasis SUKUK seperti _Revenue Bond,_ Warkat Barang atau Surat Berharga Resi Gudang, Sertifikat Emas, sampai dengan yang konvensional seperti Obligasi Umum. Semua produk investasi ini diberi insentif pajak dalam bentuk diskon tarif pajak.  Dengan demikian orang tetap terpacu untuk kaya namun tanpa disadari kelebihan hartanya berupa produk investasi itu masuk ke sektor real melalui _venture capital,_ infrastruktur fund dan lain-lain kegiatan produksi.  80% surat berharga itu dalam bentuk SUKUK atau bagi hasil. Kalau ekonomi lesu, ya sama-sama manyun. Engga ada kewajiban balikin. Tapi semua surat utang itu di _back up_ oleh proyek real yang bisa dilihat dengan kasat mata oleh rakyat. Nilainya tentu naik seiring waktu.

*Keempat, bagaimana kalau orang tidak mau membeli surat berharga investasi itu? Tapi tetap mau dapat diskon pajak?Gampang. Karena Pemerintah hanya memungut pajak kekayaan pasif, maka kalau kelebihan dana itu ditanam ke usaha kerjasama dengan pihak lain, maka itu tidak dianggap harta kekayaan.* Makanya jangan kaget kalau *_Angel Investor_* di China tumbuh subur terutama sejak krisis global. Para konglomerat China yang sukses terus melakukan ekspansi bisnis. Skemanya macam-macam dan beroperasi seperti *_Shadow Banking_*. Bank tapi bukan bank. Yang paling banyak dapat manfaat adalah para sarjana yang baru tamat dan ingin menerapkan ilmunya dalam bisnis dengan dukungan sang _Angel_ yang kaya lagi punya jaringan bisnis hebat. Ini kemitraan yang ideal dan terbentuk karena sistem agar kaum terpelajar berwiraswasta di bawah binaan sang _Angel_ yang kaya lagi piawai bisnis.

Dengan sistem seperti itu, maka orang boleh kerja keras dan menikmati uang dari hasil kerja kerasnya. Sementara yang mau ongkang-ongkang kaki makan bunga bank, ya engga bisa.  Fungsi bank hanya perantara sementara saja, namun distribusi modal ya dipicu melalui kebijakan pajak dan memastikan bahwa uang itu hanya omong kosong. Kerjalah terus dan terus. Kalau berlebih, bagikanlah dalam bentuk *_Business Venture_* agar orang lain juga punya kesempatan  atau kalau engga mau maka uang kalian negara rampas secara sistem untuk distribusikan lewat usaha real.

Makanya sulit sekali China akan rubuh secara moneter. Mengapa? Karena mereka memang tidak anggap moneter itu sebagai indikator pertumbuhan ekonomi tapi perluasan kesempatan kerja dan distribusi modal secara masif. Dan karana itulah pembangunan peradaban berlanjut. Hukum alam bekerja efektif. Yang malas mati. Yang culas digilas. Yang rajin dan cerdas ya kaya. Semua kegiatan sosial dan keagamaan di tanggung negara dan dilarang lembaga publik terlibat dalam pembiayaan, karena dikhawatirkan emosi budaya dan agama dipakai sebagai cara menipu rakyat untuk dapat uang dengan mudah.

Korupsi dihukum mati karena korupsi membuat sistem uang China jadi kacau. Maklum, koruptor menumpuk uang, bukan harta. Karena kalau menumpuk dengan harta akan mudah terlacak oleh negara lewat *_e-goverment_*... maklum setiap pembelian barang diatas RMB 10.000 wajib menunjukkan KTP...

Kamis, 26 April 2018

HONO COROKO

*SENI OLAH RASA AKSARA JAWA.*

*Monggo dulur rembag babagan aksoro Jowo* *(HO NO CO RO KO ........ NGO)*

*1. HO* = *Hono Gusti Nyipta'ake Jagad Lan Sakabehing isine.*
Mutlak adalah Tuhan yang telah menciptakan alam semesta beserta isinya.

*2. NO* = *Noto Sa'kabehing Jagad Lan Sak'isine Kanthi Kasampurna'ane.*
Mengatur segala alam semesta beserta isinya dengan kesempurnaannya.

*3. CO* = *Cobo Beboyo Marang Titah Kang Kudu Diwedharke.*
Cobaan dan ujian yang diberikan kepada hamba NYA/ manusia, yang seharusnya bisa diuraikan (diambil hikmahnya).

*4.  RO* = *Roso Pambudhi Kang Dadi Jejer Kamulyane.* 
Perilaku budi pekerti yang dijabarkan atas olah roso, adalah dasar utama kemuliaan.

*5. KO* = *Koyo Cahyo Jagad Kang Biso Dadi Sandangane.*
Adalah seperti cahaya alam semesta yang menjadi pakaiannya (tingkah laku/ akhlak).

*6. DO* = *Doyo Sukmo Pangroso Winengkane Wujud Jati Marang Sak Podhohe.*
Daya indra sukma (unsur rohani) adalah muara dasar pengenalan kemurnian sesama manusia.

*7. TO* = *Topo Wening Topo Ngrame Lan Ugo Topo Cahyo Pangluhure.*
Bersemedi khusus (hening) bersemedi dalam keramaian (masuk dimensi lain/ alam jagad kecil/ alam jagad besar) dan juga bersemedi secara kemurnian batin.

*8. SO* = *Soho Pamuji Sakabehing Laku Lampah Gesange.*
Dengan segala rasa syukur terhadap apa yang telah berjalan selama masa hidup.

*9. WO* = *Woro Jalmo Woro Titah Woro Pangugering Jagad Cahyo Gustine.*
Panggilan/ seruan kebaikan terhadap mahluk/ manusia/ hambaNYA senantiasa dalam lingkup cahaya Tuhan.

*10. LO* = *Loro Lopohing Titah Wis Ginaris Soko Rekso Jalmo Laku Lan Pambudhine.*
Kesusahan dan kesengsaraan manusia/ hamba NYA sudah ditetapkan berdasarkan dari perbuatan/ cerminan budi pekerti.

*11. PO* = *Podo Dene Marang Tentrem Lan Kamulyan Ugo Wis Ginaris Sabdho Lakuhing Jagad sami.*
Seperti halnya dengan ketentraman dan kemuliaan sudah digariskan sesuai perjalanan (karma) di alam semesta ini.

*12. DHO* = *Dhoho Jagad Sasami Wis Dadhi Ugering Cokro Wehdi.*
Dhoho (api)/ panasnya dunia manusia sudah menjadi kelengkapan putaran cakra kehidupan.

*13. JO* = *Joyo Kawijayan Kang Biso Diruhweni.*
Jaya dalam kejayaan (lahir batin) yang bisa (diruhweni) diejawantahkan/ diaplikasikan dalam hidup.

*14. YO* = *Yogo Argho Jalmo Suci Katitis Soko Cahyoning Lir Pambudhi.*
Kekokohan gunung/ tingkatan tinggi mahluk suci terlihat dari berkas sinar/ cahaya kebaikan (yang ditimbulkannya).

*15. NYO* = *Nyoto Ing Ngadeping Pasuryan Tuwuh Soko Kasampurnaning Gusti.*
Kenyataan apa yang ada di depan wajah (kita) bersumber dari kesempurnaan Tuhan YME.

*16. MO* = *Moho Agung Gusti Kang Murbeng Dumadi.*
Maha besar Tuhan yang Maha Pencipta.

*17. GO* = *Gono Cipto Gono Roso Gono Karso Pinuju Kasampurnan Jati.*
Upaya jati diri unsur cipta, rasa, karsa adalah untuk menuju kesempurnaan hakiki.

*18. BO* = *Bowo Budhi Laksono Luhur Laku Ing Pambudi.*
Dasar kebajikan yang telah dijalankan (adalah cermin) keluhuran akhlak (budi pekerti).

*19. THO* = *Thodho Rekyoning Babar Jati Ing Sajeroning Ruhweni.* Keberhasilan dalam penjabaran jati diri (terlihat) dalam pengejawantahan selama menjalankan hidup.

*20. NGO* = *Ngolo Jalmo Rehdhi Manunggaling Kawulo Gusti.*
Hasrat melekat/ menyatu dalam alam diri manusia (kemurnian) adalah _Manunggaling Kawulo Gusti_

_Puji Gusti Kang Murbeng dumadi_ 🙏

*_salam SILATURAHIM tanpa batas_*

Minggu, 22 April 2018

HIDUP PANJANG

*HIDUP TAK PERLU PENSIUN*
oleh : Prof. Dr. Shigeaki Hinohara (105 tahun)

https://en.m.wikipedia.org/wiki/Shigeaki_Hinohara

Dokter HINOHARA, adalah Professor medicine, pendiri paliatif pertama di Asia
Dr. Shigeaki Hinohara bukan dokter biasa. Beliau adalah aset nasional Jepang! Lahir thn 1911, ia berusia 106 thn, pd thn ini, 2017. Beliau mungkin mrp dokter dan pendidik tertua & terlama di dunia.

Dr. Hinohara telah menerbitkan lbh dr 150 buku, salah satunya adalah best seller "Living Long, Living Good" yg terjual lbh dr 1,2 juta copy.

Ini adalah protokol menyegarkan dr Dr. Hinohara mengenai hidup dgn umur panjang dan bahagia, yg berbeda dr panduan gaya hidup sehat pd umumnya.

1. “Energi Berasal Terutama dr Perasaan yg Baik"

Anak2 sering ber-senang2 sampai lupa makan atau tidur. *Kita harus meniru anak2,* mengurangi aturan spt wkt makan dan wkt tidur. Have more fun!

2. “Jangan Kelebihan Berat Badan”

Orang2 yg berumur panjang tdk overweight. Dr. Hinohara ber-hati2 dgn makanannya. Untuk sarapan, dia minum kopi & susu, jus jeruk + 1 sendok makan minyak zaitun. Ia percaya zaitun sangat bagus utk arteri & kesehatan kulit. Untuk makan siang ia minum susu dgn bbrp kue atau tidak sama sekali kalau sangat sibuk. Untuk makan malam, ia memilih sayuran, ikan & nasi. Dan 2x seminggu, dia ‘menghadiahkan’ dirinya dengan 100g daging.

3. “Selalu Membuat Rencana Kedepan”

Dr. Hinohara selalu membuat jadwal setahun, dgn ceramah, kerja di RS dan pertemuan2. Ia suka menghibur dirinya dan merencanakan menghadiri Olimpiade Tokyo thn 2020!

4. “Anda Tidak Harus Pensiun”

Jika anda ingin pensiun, lakukanlah pd usia yg lbh tua, bkn di umur 65.

5. “Berbagilah Apa yg Anda Ketahui”

Dr. Hinohara memberikan 150 kuliah setahun, bbrp bahkan utk anak2 SD dan komunitas bisnis. Ia memberikan kuliah sambil berdiri sampai 90 menit. Dia percaya berdiri membuatnya kuat.

6. “Jangan Percaya Semua yg Dikatakan/Dianjurkan Dokter Anda”

Dokter tdk dpt menyembuhkan semua org. Coba tanyakan apkh dokter anda akan menyarankan org yg dicintainya melalui prosedur yg disarankannya kpd anda. Mengapa hrs menyebabkan rasa sakit dan penderitaan yg tdk perlu bagi pasien?

7. “Agar Tetap Sehat, Pilihlah Tangga drpd Lift dan Bawa Sendiri Barang2 Anda”

Ini adlh bentuk latihan kaki dan otot2 paha.

8. “Carilah Inspirasi”

Dr. Hinohara terinspirasi oleh puisi Robert Browning "Abt Vogler" yg menyarankan utk merencanakan sesuatu yg besar bahkan yg anda tdk bisa menyelesaikannya saat msh hidup.

9. “Rasa Sakit itu Misterius”

Cobalah mengatasi rasa sakit dgn melupakannya. Jika seorg anak kecil sakit gigi, dan anda mengajak dia bermain, ia akan segera melupakan sakitnya. Di rumah sakit Dr. Hinohara, ada terapi musik dan kelas seni.

10. “Jangan Mabuk dengan Materi”

Tidak ada yg tahu sampai kapan anda hidup, dan anda tdk dpt membawa apa2 ketika meninggal.

11. “Ilmu Saja Tidak Dapat Menyembuhkan Orang”

Ilmu memperlakukan sama semua org, padahal penyakit bersifat individual. Untuk dpt menyembuhkan seseorg, dokter perlu lebih liberal dan visual.

12. “Hidup Sukar Diduga dan Penuh dgn Insiden”

Ketika berusia 59 thn, Dr. Hinohara berada di pesawat yg dibajak. Ia diborgol 4 hari di tempat duduknya di bawah panas 40 derajat. Ia menganggap itu sbg eksperimen dan kagum bgm tubuhnya beradaptasi dgn situasi krisis.

13. “Carilah Model Peran”

Salah satu model peran Dr. Hinohara adlh ayahnya yg pergi ke Amerika thn 1900 utk belajar di Duke University. Kita hrs punya tujuan utk mencapai lbh dr yg ‘bisa’ dicapai.

14. “Hidup Lama Itu Sangat Menyenangkan”

Dalam usia lanjut, kita hrs berusaha melayani masyarakat. Sejak usia 65 thn, Dr. Hinohara telah bekerja sbg sukarelawan. Dia msh aktif 18 jam sehari, 7 hari seminggu, dan ia menikmati setiap menit dr hidupnya.

"Hidup adalah Anugerah. Mari jalani dgn Niat Baik dan Semangat Berkarya"

Sabtu, 09 Desember 2017

Peta Persaingan eCommerce Indonesia

Ujung2 nya....  *                 *R A K S A S A   CINA

*Peta persaingan para raksasa...*

*Landscape eCommerce Indonesia*

Perkembangan paling mutahir adalah investasi miliaran US$ di Indonesia sehingga melahirkan tiga Unicorn, yaitu:
1. Tokopedia
2. Gojek
3. Traveloka.

Selain itu, terjadi pengelompokan bisnis:

1). Tokopedia dan Lazada (yang diinvest oleh Alibaba)

2). Shopee, JD, Traveloka (yang diinvest oleh Tencent)

3). Blibli dan Tiket.com (yang diinvest oleh GDP Capital milik Djarum Group)

Saham Alibaba di Tokopedia memang tergolong minoritas, namun di Lazada sudah mencapai 80%. Ini kemudian akan diintegrasikan dengan payment gateway (Alipay dan Doku) serta didukung kekuatan logistik China Smart yang mendominasi logistik Asia Tenggara melalui Singpost.

Strategi jangka panjang Jack Ma Strategi adalah menguasai infrastruktur di SEA utamanya Indonesia melalui kendaraan ecommerce.

Alibaba sudah membangun infrastruktur FBL (Fulfilled by Lazada – 60.000 SQM gudang di Cimanggis dan terus membangun di kota-kota lain dan memiliki infrastruktur delivery sendiri dengan LEX – Lazada Express .

Pesaing kuat Alibaba adalah Tencent (induk semang dari JD.co). Tencent masuk ke Indonesia melalui JD.id , Gojek dan Traveloka. Tencent pun ingin menguasai infrastuktur payment Go-PAY yang dipakai Go-JEK, yang saat ini sudah menjadi e-wallet terbesar di Indonesia, mengalahkan e-wallet yang dibuat bank dan telko. JD.ID sudah mulai membangun gudang distribution Center di Jakarta maupun di Kota-kota besar di Indonesia beserta Hub pengirimannya sendiri. Tencent makin kuat dengan investasi di Shopee.co.id.

Kedua pemain raksasa ini sudah mengubah peta e-commerce Indonesia.  Setahun terakhir ini GMV- nya di pasar Indonesia  meningkat pesat dengan membawa produk-produk murah China.

Petinggi Shopee menyatakan dalam kurun waktu dua tahun ke depan, pasar Indonesia hanya akan menjadi medan pertempuran dua raksasa ecommerce dr China: yaitu Lazada (+ Tokopedia) dan Shopee. 😱

Bagaimana dengan Blibli?

Akan bertahan tapi menjadi pemain ketiga yang paling banyak menguasai 20% pasar, yang 80% menjadi rebutan kedua grup di atas.

Peta akan berubah jika Amazon masuk ke Indonesia...

Bagimana Nasib pemain Lokal?

Hingga saat ini pemain ecommerce lokal belum bisa mengimbangi pertempuran dengan para pemain raksasa China tersebut.

Pemain lokal kalah dalam pengalaman, finansial, teknologi, bigdata, dan jaringan. Ada dua kemungkinan bagi pemain lokal yang tidak sekuat Blibli.com: 1). Diakuisisi atau 2). Ditutup karena kehabisan pendanaan di tengah jalan.

Persaingan di e-commerce ini juga berdampak pada bidang-bidang pendukung lanskapnya. Pemain di bidang logistics dan payment akan dikuasai mereka juga.

Yang mengkhawatirkan, supplier produk lokal akan tergantikan oleh produk-produk asing jika tak mampu mengambil peluang emas berkembangnya e-commerce ini.

Rumor yang beredar saat ini...

Petinggi Lazada berusaha melobi pemerintah untuk dapat melonggarkan aturan impor finish goods untuk dijual via e-commerce Indonesia.

Apa yang harus dilakukan?

Venture Capital Indonesia dan pelaku e-commerce lokal (paytren, belanjaqu.com dll) segera melakukan konsolidasi untuk mengimbangi kedua raksasa di atas, untuk melindungi pasar Indonesia dan mendorong produsen lokal bisa bersaing di pasar ecommerce, serta membawa produk-produk lokal masuk ke pasar global.

Bangun kawan-kawan... Bangun!

Asing terus menyerang dan berdatangan. Kalau kita cuma diam, matilah kita.

Kita mesti bersatu. Kita mesti saling support satu sama lain. Kita mesti berdaya di negeri sendiri...

Jangan sampai produk-produk lokal digilas habis dan gak diserap oleh pasar dengan baik, saking mendominasinya produk-produk luar di negeri ini

Bangunlah sinergi. Bertumbuhlah bersama.

Bersatu menguat, bersama berdaya

Joinlah di berbagai komunitas positif di Indonesia. Jalinlah sinergi dan tumbuhlah dalam kebersamaan


Bukan untuk memanfaatkan mereka, tapi untuk saling berbagi dan bersinergi antar sesama.

Yuk bersatu.. Yuk bersama.. Yuk berdaya.. di negeri Indonesia


Selasa, 17 Oktober 2017

PRIBUMI

Mengapa Kata “Pribumi”
Menjadi Begitu Sensitif?



Jika  hanya sebagai sebuah kata atau terminologi, tak ada yang salah dengan kata “pribumi” ataupun kegiatan kaum pribumi. Ia menjadi sensitif jika kata “pribumi” itu berubah menjadi sebuah kesadaran kolektif mayoritas menyusun perjuangan ekonomi dan politik.

Itulah respon cepat saya terhadap hingar bingar dan hiruk pikuk di ruang publik akibat digunakannya kata pribumi dalam pidato pertama Gubernur DKI terpilih setelah dilantik: Anies Baswedan.

Kamus Besar Bahasa Indonesia mengartikan pribumi sebagai penghuni asli, yang berasal dari tempat yang bersangkutan. Dalam bahasa Inggris ia diterjemahkan sebagai indigenous people.

PBB sendiri selaku lembaga tertinggi dunia, sejak tahun 1994, menetapkan hari internasional bagi rakyat pribumi di seluruh dunia. Hari itu jatuh pada tanggal 9 Agustus. itu momen kaum pribumi di seluruh dunia merayakannya, sekaligus mendiskusikan kondisinya.

Bahkan PBB sudah pula menetapkan hak asasi bagi kaum pribumi di seluruh dunia: United Nations Declaration of the Rights of Indigeneous People. Dalam artikel 3, hak itu berbunyi: hak kaum pribumi untuk mengejar kepentingan ekonomi, sosial dan kultural.

Kata pribumi juga bahkan menjadi nama sebuah organisasi resmi di Indonesia: Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI). Di tahun 2015, bahkan pemerintahan Jokowi yang diwakili wakil presiden Jusuf Kala juga menghadiri acara pengusaha pribumi itu.

Pertanyaannya mengapa hak kaum pribumi yang justru dirayakan oleh dunia, dan di Indonesia sendiri ada organisasi resmi menggunakan kata pribumi seperti HIPPI, kini menjadi begitu sensitif di Jakarta atau Indonesia, ketika Anies Baswedan mengutipnya dalam pidato?

-000-

Dua hal penyebabnya. Pertama longgarnya definisi pribumi itu. Kedua, ada problem ekonomi dan politik dengan the so called “kaum pribumi,” itu.

Jika pribumi didefinsikan sebagai melayu muslim, mereka mayoritas dalam jumlah tapi merasa minoritas dalam penguasaan ekonomi. Dan kini mereka mulai kwatir pula dominasinya dalam politik terancam. Kesadaran kolektif ekonomi politik kaum pribumi ini yang memang sensitif karena konteks ekonomi politik Indonesia.

Publik Indonesia harus berani membongkar lebih jauh dan mempercakapkan soal ekonomi politik pribumi itu secara dingin, rasional dan ilmiah. Itu lebih baik ketimbang masalah ini disembunyikan di bawah karpet merah, seolah indah dan tenang di permukaan, namun justru membara membakar secara diam diam.

Jika pribumi semata diartikan sebagai penduduk adat asli nusantara yang sangat minoritas jumlahnya, itu akan adem saja. Problemnya adalah melalui evolusi kata, pribumi itu di sebagian komunitas berarti melayu muslim yang mayoritas. Kini mereka ingin bangkit perkasa secara politik dan ekonomi.

Evolusi pengertian pribumi sebagai melayu itu terlacak sejak abad ke tujuh. Termasuk pertama kali kata melayu digunakan, itu  oleh seorang pendeta Budha I Ching (634-713). Ia melaporkan perjalanannya dari China ke India.

Ia menuliskan dua buku, yang bercerita pengalaman. Tulisnya, setelah berlayar 20 hari, kami sampai di tanah Sriwijaya. Raja di sana sangat ramah. Ia membantu kami tinggal 2 bulan di tanah Melayu.

Pada mulanya, kata Melayu hanya didefinisikan untuk wilayah sekitar kerajaan Sriwijaya. Tahun 1795, pengertian melayu diluaskan oleh Blumenbach untuk semua ras bewarna coklat. Termasuk di dalamnya antara lain suku yang berada di Maluku dan Sunda.

Tahun 1854, pemerintah kolonial Belanda mengeluarkan undang-undang mengatur pemisahan tiga rasial dengan tiga tingkat status sosial. Golongan pertama, disebut kaum Eropa. Golongan kedua kaum Timur Asing, terdiri dari Cina, India, Arab dan asing lainnya di luar Eropa. Golongan ketiga adalah kasta paling rendah: inlander.

Eropa adalah penguasa. Inlander itu rakyat yang dikuasai. Golongan Timur Asing berada di tengah. Inilah kali pertama, kosakata “inlander” menjadi politis. Bersama kosakata itu melekat status ekonomi politi paling rendah.

Inlander itu kemudian pengertiannnya menjadi pribumi. Berbaur  pula ia dengan pengertian etnik Melayu.

Kosakata pribumi dan melayupun berevolusi menjadi melayu muslim. Awalnya itu terjadi untuk alasan praktis dan mudah bagi penguasa kolonial mengidentifikasi kaum inlander.

Dalam perkembangannya, mereka yang sudah lama tinggal di bumi nusantara termasuk yang Arab sekalipun sejauh Muslim masuk pula dalam kategori Melayu atau pribumi.

Kata pribumi dengan salah ataupun benar hidup di banyak benak masyarakat sebagai melayu beragama Islam. Berkembanglah rakyat Indonesia menjadi pribumi dan non pribumi. Kemudian ia menjadi melayu muslim versus etnik Tionghoa (Cina).

Dari sebuah kosa kata, kaum pribumi atau melayu muslim, menjelma menjadi kesadaran identitas. Kaum pribumi merasa mayoritas, namun tertinggal secara ekonomi. Sejarah kecemburuan ekonomi pribumi terutama kepada etnik Cina acapkali berbuah kekerasan.

Sejak merdeka, Bung Karno hingga Gus Dur mencoba membangun kesadaran warga negara. Apapun etniknya, agamanya, ia Indonesia. Namun sejarah juga mencatat. Kecemburuan ekonomi acapkali pula membuat warga Indonesia etnik Cina menjadi amuk massa.

Peristiwa besar terakhir  huru hara 1998. Etnik Cina (non pri) termasuk yang menjadi korban kekerasan. Presiden Habibie melalui Inpres, no 26 tahun 1998, melarang penggunaan kata pribumi dan non pribumi dalam semua perumusan dan penyelenggaraan kebijakan.

Reformasipun mengubah landscape politik. Tapi yang  belajar sejarah juga paham, perubahan  cepat hanya mungkin terjadi pada aturan. Mindset kolektif, apalagi realitas adalah raksasa yang hanya mampu berubah pelan pelan saja.

Di tingkat aturan, apalagi hanya  sebuah inpres, bukan Undang-Undang atau konstitusi, tak akan mampu meredam penggunaan kata pribumi. Yang lebih sensitif justru kenyataan itu: kesadaran ekonomi dan politik pribumi tak akan bisa diredam hanya oleh sebuah inpres, selama akar masalahnya masih kokoh di sana.

-000-

Apa yang harus dilakukan? Inilah pertanyaan penting. Memilih tidak membicarakan soal ekonomi politik “kaum pribumi,” demi sopan santun politik, sementara ada kegelisahan yang riel di bawah permukaan, itu bukan pilhan cerdas.

Percakapan publik yang hangat dan ilmiah atas hal itu boleh dibiarkan bergulir dengan tiga prinsip dasar.

Pertama, tak boleh ada diskriminasi atas warga negara. Apapun etnik dan agamanya, semua warga negara memiliki hak dan perlindungan hukum yang sama.

Kedua, tak boleh ada kekerasan di ruang publik. Aparat hukum harus berani dan tegas untuk menindak aneka kekerasan fisik ataupun ujuran kebencian.

Ketiga, ketimpangan ekonomi yang tajam, apalagi jika bertumpang tindih dengan identitas etnik atau agama, di seluruh dunia, akan menjadi bara api sebuah negara.

Hikmah kontroversi soal pidato Gubernur DKI, Anies Baswedan, mungkin menjadi picu untuk percakapan di ruang publik secara dingin mencari solusi bersama. Saatnya ruang publik kita diisi oleh percakapan visioner, dengan riset, data, argumen, dan studi komparatif.

Ruang publik kita kini hanya ramai untuk isu korupsi dan sensasi politik. Kita rindu percakapan yang mencerahkan soal tema besar kondisi ekonomi, ketimpangan, keadilan, kebebasan, kemakmuran.

Persoalannya, bisakah mempercakapkan isu yang panas, seperti pribumi itu, dengan kepala dingin?

Okt 2017

Link: https://www.inspirasi.co/dennyja/37045_mengapa-kata-pribumi-menjadi-begitu-sensitif-

Jumat, 09 Juni 2017

Jangan Buang Boarding Pass Sembarangan

*Bahaya,  Jangan Buang "Boarding Pass" Sembarangan*

Banyak orang menganggap ketika perjalanan sudah usai, kertas boarding pass ini pun sudah bisa dibuang karena sudah "basi".

KOMPAS.com - Jangan hanya menjaga paspor atau bagasi Anda saat melakukan perjalanan dengan pesawat terbang. Boarding pass Anda yang biasanya hanya dicetak di selembar kertas kecil pun harus dijaga.

Kertas boarding pass sering kali dipandang sebelah mata. Sudah banyak beredar saran untuk tidak unggah foto boarding pass di dunia maya, terutama "memamerkan" di media sosial, sesaat dan selama perjalanan.

Namun, Anda pun tetap perlu memperhatikan boarding pass bahkan ketika perjalanan itu sudah selesai. Dalam sebuah boarding pass termuat informasi nama penumpang, kode penerbangan, destinasi dan keberangkatan, nomor kursi, hingga nomor gate.

Banyak orang menganggap ketika perjalanan sudah usai, kertas boarding pass ini pun sudah bisa dibuang karena sudah "basi".

Ternyata, barcode pada kertas boarding pass memuat informasi pribadi mulai dari nama, alamat rumah, email, hingga nomor telepon. Barcode ini juga memuat akun frequent flyer Anda, sehingga seorang hacker dengan mudah bisa mengetahui sejarah perjalanan Anda hingga kartu kredit.

Cara mengetahuinya mudah saja. Barcode pada kertas boarding pass cukup difoto dan dipindai di situs-situs online pembaca barcode (barcode reader online) ataupun aplikasi pembaca QR code. Informasi berharga ini bisa dengan mudah dimanfaatkan untuk kejahatan.

Oleh karena itu, pastikan Anda mengamankan boarding pas sebelum, selama, dan bahkan setelah penerbangan. Jika Anda mau membuangnya, robek-robek terlebih dahulu, hingga seseorang sulit untuk menemukan barcode. Ada baiknya sebelum merobeknya, Anda coret terlebih dahulu barcode dengan spidol hitam. (Elitereders.com)